Rabu, 27 Oktober 2010

TENTANG CINTA DAN BILIK HATI……..


TENTANG CINTA DAN BILIK HATI……..
(Pandangan lain seputar “SELINGKUH…”)


Suatu kali saya tertegun ketika seseorang berkata “Maaf, apa yang kamu lakukan tetep tak akan merubah rasa cintaku kepadanya…” dan aku berpikir: “Hah…what’s???...” Saat itu aku berpikir tentang masalah perselingkuhan dan tempatnya cinta di hati. Benarkah ada tempat untuk “CINTA RAHASIA” seperti itu dalam hati atau semua hanya bualan?...

Rasanya memang gag fear kalo tiba-tiba kita tercekat rasa cinta yang begitu kuat tetapi dengan seenaknya mengatakan tak ada tempat dalam hati. Sementara reaksi kimiawi dalam tubuh tak pernah dapat dipungkiri kalo rasa itu pernah ada bahkan bisa jadi masih ada dan tetap ada..entah sampai kapan….

Perselingkuhan tanpa cinta…rasanya….bohong…pasti ada cinta…tetapi pertanyaannya:…masihkah ada tempat untuk “CINTA RAHASIA” tersebut?...ini hal lain…dan saya lebih senang mengungkapkannya sebagai “CINTA RAHASIA” ketimbang “CINTA TERLARANG”…karena CINTA adalah CINTA…sebuah rasa murni sifat khas ALLAH yang sangat indah…tak mungkin salah apatah lagi terlarang….

Kembali kepada masalah tempat dihati…menurutku Hati itu memang sekepal daging…tapi berongga dan memiliki ruang…didalamnya kita menaruh aksesoris hati salah satunya cinta….

Sejatinya hati akan ditempati banyak cinta…tak mungkin dikuasai oleh satu cinta karena tidak sesuai fitrah dan berakibat fatal berupa kehancuran alam…Karenanya yang paling bijak adalah membuat sekat hati…dan disetiap biliknya kita bisa menaruh satu buah cinta…

Nah disini perlu arsitek handal yang dapat mengatur setiap bilik dalam hati…setidaknya saya menganalogikan minimal 4 ruang tersekat yang bias kita buat:

1. Pertama CINTA ILAHIAH. Sejatinya kita beri ruangan terbesar dan nyaman untuk jenis cinta ini. Karena setiap kita tak kan luput dari harapan CINTA ALLAH dan berarti kitapun harus mencintai ALLAH lebih dari apapun yang dicinta didunia ini.

2. Kedua CINTA BIRRU WALIDAIN (cinta kedua orang tua). Siapakah Mahluk ALLAH di dunia ini yang paling tau tentang diri kita?...dan kalo jujur jawabannya pasti ORANG TUA. Merekalah yang paling tau tentang kita bahkan sampai tai lalat di bokong kita pun mereka yang tau lebih dulu. Dan siapakah tempat yang paling layak untuk meminta bahkan meskipun merengek dan merajuk …pastinya jawabannya ORANGTUA…tempat curhat masalah pasangan hidup kita?...jawabnya ORANGTUA…Siapakah yang memiliki ribuan maaf meskipun kita menjadi orang sombong & angkuh….lupa diri jika dulunya kita hanya mahluk lemah saat bayi (untuk buang air sekalipun kita meminta tolong padanya)…tapi saat besar kita berani berkata …saya kan sudah dewasa…bla..bla..bla…Semua akan menjawab ORANGTUA…dan tak berlebih rasanya kalo kita mempersiapkan ruang nyaman dalam hati untuk cinta mereka..paling hanya setingkat dibawah cinta ilahiyah.

3. Ketiga CINTA KELUARGA. Akhirnya seiring kedewasaan usia, kita pun akan bertemu dengan jodoh dalam bingkai pernikahan…Mahligai indah pun tercipta dan akan semakin lengkap dengan kehadiran buah hati. Cinta keluarga ini akan terus berkembang membesar indah seiring pertambahan usia perkawinan dan keberhasilan melewati ujian-ujian cinta dalam rumah tangga. Rasanya tidak salah melengkapi perhiasan hati kita dengan cinta ini dalam sebuah ruang yang baik. Karena cinta ini akan menemani secara kasap mata hingga usia dijemput takdir.

4. Keempat CINTA RAHASIA. Mungkin sebagian menganggap cinta terlarang karena umumnya seperti perselingkuhan dalam biduk rumah tangga. Namun sejatinya bukanlah sehina itu. Karena setiap kita dalam perjalanan hidup akan menemukan cinta rahasia ini. Cinta rahasia bisa bermakna apapun, dapat berupa cinta masa lalu yang tak pernah berakhir ke pelaminan mungkin karena pertentangan orangtua atau cinta kepada pihak ketiga yang mengganggu stabilitas rumah tangga atau bahkan mungkin saja cinta sesama jenis yang tak pernah mungkin diikat dalam mahligai perkawinan. Yang pasti dengannya ada reaksi kimiawi dalam tubuh yang membawa kita merasakan kebahagiaan bahkan kedamaian. Sejuknya saja bisa menuntaskan masalah. Tulusnya membangkitkan semangat untuk jiwa yang terpuruk dan terkulai lemah karena pertarungan hidup yang keras. Semua indah bahkan lebih indah daripada cinta keluarga sekalipun tetapi sayangnya cinta ini adalah cinta rahasia…yang harus tersimpan rapat seperti selembar kain putih bersih…yang harus dijaga dengan melipatnya dan disimpan di lemari gelap dan sempit…bukan untuk dipajang di ruang tamu…dan sekat hati untuk rasa cinta ini mungkin tidak selebar dan senyaman cinta lainnya. Tetapi tetap berikan tempat untuknya di hati karena kita pasti suatu saat membutuhkan kehadirannya.

Akhirnya kalau kita bisa memanage hati dengan beragam cinta maka hidup kita pun akan lebih hidup dan bermakna. Karena cinta adalah anugrah..yang harus dapat dipupuk dan dipelihara hingga akhir usia…

Kamis, 14 Oktober 2010

BULAN YANG ANEH...

Setelah september ceria...giliran sekarang oktober yang aneh...belum juga hilang rasa keterkejutan di bulan september eh berlanjut ke bulan oktober...di september..tiba-tiba penjualan naek deras padahal sebelumnya macet kek di pertigaan semanggi diwaktu senja....haha....
Di bulan oktober penjualan masih lancar...dan setiap anak baru langsung mengecap sebagai booker...hah???....cuman sebulan doank...kok bisa???....itu semua rejeki...bisa datang kapan saja namun juga beranjak pergi kapan aja....soooo...gag sah terlalu di dramatisir...
yang bingung kok yang senior pada sebel ya...hanya karena gw bisa kasih saran bagus ke manajemen...ihhh...disangka gw napsuh jadi spv kaleee...gag lah

Jumat, 30 Juli 2010

DEMAM POKER


Gini jadinya klo demam poker di FB

Minggu, 25 Juli 2010

MARHABAN YA ROMADHON...

ALHAMDULILLAH....selangkah lagi kan kutapaki hari dengan ibadah puasa romadhon...dan tahun ini merupakan tahun istimewa karena setelah melalui 3 taon puasa tanpa suasana kerja kantoran sekarang mulai dijalani kembali puasa dalam suasana kerja...pastinya merupakan nikmat terbesar yang diberikan ALLAH untuku....Alhamdulillah Ya Robb....
Ohhhh...betapa rindunya aku padaMu...bisakah kulalui romadhon ini dengan tetep sholat tharawih..tilawah qur'an...dan banyak bermunajat kepada ALLAH...semoga saja...Ya Allah beri aku kekuatan untuk menapaki Romadhon kali ini dengan banyak ibadah padamu dan istighfar....Amiennn

Kamis, 27 Mei 2010

SUNTUK...

MENANGKAP DUNIA

Sehari ini kembali aku uring-uringan…bumi tempat berpijak pun rasanya terbalik…kesabaran..keikhlasan…kecemasan…kegundahan…kesal…sebal…marah…sedih…semua bercampur baur…tumplek blek seperti es cendol ….

Aku bias diantara senyuman rekan-rekan yang bersukacita karena mendapat rejeki closingan sejak beberapa hari ini…terpendar dalam diam dan mata nanar menebak apa yang terjadi pada diriku…hingga aku terpuruk tak mampu bergerak…serasa terhimpit beban berat dan tak mampu berbuat apa…

Seluruh kemampuan tercurah…energy pun habis terkuras…entah apa yang dapat dikoyak…diremas… mungkin asa…atau secuil harap…entahlah….

Tersadar kini…kalau akupun hanya manusia biasa yang perlahan terperosok ke lembah hutan duniawi yang penuh ambisi dan harap…saat kemaren aku menemukan diri mampu mencapai target penjualan..akupun memasang target lebih tinggi…namun sebenarnya menggantung hati pada dunia…dan saat sehari…dua hari…seminggu tanpa hasil..aku pun tersadar rupanya aku sekarang berpijak ke bumi…seiring mulai kusobek lembaran target dimeja…saat itu aku tahu aku hidup karena kehendak ALLAH dan bukan karena mampuku…..

Berjuta pikiran merayap…bahwa harap itu adalah sah…namun kenyataan berbicara..sudahi saja harapmu disini…karena kamu bukan tuhan atau majikannya tuhan..tapi seorang hamba sar……kamu gag bisa mengatur tuhan…klo kehendak tuhan begini…mow apalagi????....

Namun dibalik ironi ilahiyah…ada tekanan dalam diri klo aku harus bisa makan…dapet rejeki…inget umur…klo sampe sekarangpun aku pun belum punya apapun…bahkan seorang istri…..tapi hidup adalah pengharapan dan kenyataan adalah pembatasnya…aku pun tersedak…tersekat…kecewa…karena batasan mengakhiri asaku….salah kah klo aku takut kehilangan penghasilan???...pekerjaan???....

Kenyataan ….dunia kini bukan digenggamanku namun sudah jauh menembus relung hati…dan entah dengan cara apa agar aku dapat mencungkilnya keluar…dari lubang hati….sehingga dapat kembali ikhlas…karena keikhlasan buatku sekarang kembali menjadi mahal….Ya Allah jangan biarkan dunbia ada di hatiku…namun aku berharap agar dunia senantiasa dalam genggamanku…mungkinkah????

Sabtu, 27 Maret 2010

YOK KITA MANCING...!!


Ajakan yang menarik bukan...apalagi klo ditengah cuaca terik Jakarta yang panas membara...membayangkan berada disuatu kolam pemancingan yang banyak ikannya dan kita memilih suatu sudut ruang dibawah pepohonan rindang diatas sebuah tiker...lalu mulai memasang umpan ke kail mata pancing...dan melemparkannya ketengah kerumunan ikan dan riak air...sambil menunggu umpan di makan ikan, sepotong pisang goreng dari mbok irah tetangga sebelah...kita kunyah ditemani secangkir kopi kental manis...hmmm indahnya...

Begitu juga yang dirasakan saat memulai aktivitas pekerjaan ku dikantor...setiap hari dimulai dari pagi...memasang headset...menyalakan komputer dan mulai menghubungi nasabah...berharap nasabah membeli setiap apa yang kutawarkan...tak ubahnya memancing ikan...dan saat senja merangkak...aktivitas terhenti dan hasil perolehan pun dihitung...maka kitapun tahu berapa banyak nasabah yang akhirnya berhasil kita rayu untuk membeli apa yang kutawarkan dari pagi...dan sejauh ini hasilnya...belum terlalu menggembirakan...baru memperoleh satu cases atau nasabah sehari...dan itu berarti hasil perbulannya pun dapat dihitung sebagai hasil minimal seorang pekerja...tapi tetep bersyukur sih...karena apapun itu adalah rejeki yang Allah beri untukku...

Namun aku tersentak ketika suatu saat datang seorang pemuda yang berhasil merayu nasabah hingga 10 cases sehari...wow exciting!!...but it's real....dan aku menganggap itu sebagai seorang nelayan/ fisherman yang mencari ikan dikolam ikan yang sama...yah betul-betul sama...pancingnya sama bahkan ikannya pun sama...semua adalah ikan yang telah sering dipancing sehingga sangat sulit berharap memakan umpan yang kita lempar ke kolam betapa pun bagus umpannya....namun kok diya bisa yah? menangkap banyak ikan.... sementara kita dapatnya sedikit....

Akhirnya aku sadari sebenarnya yang berbeda antara aku dan fisherman adalah dimindset...meski faktor pengalaman pun tak bisa dipungkiri juga siy....yah mungkin selama ini mindset aku masih dibatas hobi...sedangkan fisherman berusaha mencari ikan secara profesional...itu bedanya...al hasil memang sinelayan bekerja selain lebih keras dia pun menggunakan speed yang luar biasa cepat...

Tak dipungkiri selama ini dalam benakku masih berusaha memilih ikan yang besar...dengan harapan saat ditimbang sore hari beratnya besar pula namun lupa bahwa memilih ikan besar berarti membuang waktu karena harus fokus dengan ikan yang dituju...sementara waktu jam memancing tetap terbatas...8 jam sehari....itu yang membedakan...sehingga sehari aku cuma dapat satu...nelayan bisa 10...dan alhasil...yang kecil namun banyak ini pun bisa lebih berat timbangannya disore hari...hmmmm...sebuah strategi yang salah....

nah bagaikan seorang nelayan...sepertinya lebih baik menangkap peluang rezeki yang kecil namun banyak dan sering ketimbang besar namun susah ditangkap...yah selayaknya... demikian sejatinya setiap usaha membuka pintu-pintu rezeki....dan sekarang aku pastikan...bahwa aku akan menjadi seorang fisherman profesional untuk kebesaranku akhirnya...dan itu hanya bisa dimulai dengan merubah mindset...ya sekali lagi mindset...aku harus disiplin dan tegas dengan waktu...karena waktu selalu berjalan....selain itu gunakan speed dan full power...karena seorang fisherman memancing ikan bukan dengan umpan di kailnya ...melainkan menggerakan kail kemulut ikan agar dapat ditangkap lebih banyak...semoga saja...Allah memberi jalannya untukku...

Senin, 19 Oktober 2009

Mensikapi Titipan ( Segores Catatan Takdir3)


Setiap kita hanyalah pengemban amanah (lihat posting sebelumnya TITIPAN)...ada banyak titipan yang diamanahkan baik sudah terjadi maupun yang belum terjadi...masalahnya sekarang adalah bagaimana mensikapinya...bukan hal mudah meskipun tampaknya biasa saja...
Pada dasarnya bicara sikap atas setiap titipan ada 3 yaitu:
1. Titipan yang belum terjadi
2. Titipan yang sedang berlangsung dan
3. Titipan yang ditarik kembali

Atas setiap titipan yang belum terjadi...sebaiknya kita selalu meminta kepada ALLAH...dalam hadits Qudsi (diriwayatkan Abu Dzar Al Ghifari) dikatakan sebagian:
"Wahai hamba-Ku, Kalian semuanya kelaparan kecuali siapa yang aku berikan kepadanya makanan, maka mintalah kepada-Ku niscaya Aku berikan kalian makanan....."(riwayat Muslim)
Jangan pernah menyerah dan terus mempersiapkan diri untuk menerima Titipan tersebut. Misalnya jika yang diharapkan adalah titipan berupa karier maka asahlah dengan banyak belajar ilmu manajemen...Hal ini sama seperti orang yang membersihkan halaman agar siap ditanam...dan saat sang raja datang melihat kerja para tawanan...diharapkan sang Raja memberi titipan tanaman karena ladang telah siap dan permintaan telah diterima...
Namun ada kalanya permintaan ini belum terkabul meskipun semua syarat telah dijalankan...sebaiknya jangan kita berkecil hati apalagi sampai mengurungkan niat...karena bisa jadi Allah sayang dengan kita...coba bayangkan kalo setiap titipan diamanahkan kepada kita...maka berapa banyak pertanggungjawaban kita diakhirat...misalnya kalau kita diamanahkan rezeki yang banyak dan melimpah...maka akan ada pertanyaan: dari mana harta itu kau dapatkan?...dan kaugunakan untuk apa semua harta itu?...pertanyaan ini tidak akan muncul bagi kaum fakir miskin tentunya...dan akibatnya peluang masuk kerajaan ALLAH semakin besar...mengingat berkurangnya pertanggungjawaban dan sekaligus menjadi percepatan proses menuju surga-Nya.

Allah menitipkan sesuatu kepada kita...tentunya dengan harapan kita mampu menjaga titipan tersebut...dan sebagai manusia beradab selayaknyalah kita ucapkan terima kasih...perlu diketahui beberapa titipan ternyata bersifat hidup meskipun tampaknya benda mati bagi kita...dan untuk setiap yang hidup perlu dipelihara sebagai layaknya mahluk hidup...misalkan saja rejeki harta benda...bisa jadi ini hidup dimata ALLAH...sebaiknya kita pelihara dengan selalu memangkas sebagian agar tumbuh subur dan rapih dengan jalan sedekah..pertanyaannya: Bagaimana bersedekah untuk titipan berupa manusia seperti istri dan anak?...menarik ungkapan Rasullullah dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Dzar Al Ghifari: ~ "Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian jalan untuk bershodaqoh? Sesungguhnya setiap tasbih merupakan shodaqoh, setiap takbir merupakan shodaqoh, setiap tahlil merupakan shodaqoh, a'mar ma'ruf nahyi munkar merupakan shodaqoh dan setiap kemaluan kalian adalah shodaqoh. Mereka bertanya. Ya rasulullah apakah berpahala seseorang diantara kami yang menyalurkan syahwatnya?..Beliau bersabda, Bagaimana pendapat kalian seandainya hal tersebut disalurkan di jalan haram, bukankah baginya dosa? Demikian halnya jika hal tersebut diletakan pada jalan halal maka baginya pahala"~

Setiap titipan pasti akan diambil kembali oleh yang memberi...ada titipan berupa harta benda, karir atau jabatan...sewaktu-waktu bisa saja diambil dengan jalan yang tak diduga-duga...saat itu pasti sebagai manusia normal akan gundah gulana...beberapa akan bertanya apa yang salah sehingga ALLAH mencabut amanah-Nya...jika kebetulan kita tahu apa yang salah maka kita tinggal perbaiki diri dan bermohon ampunan kepada ALLAH...namun jika kita tak jua menemukan titik kesalahan kita...maka kita harus meyakini bahwa pemberian Titipan adalah hak prerogatif ALLAH yang tak dapat diganggu gugat...dengan atau tanpa syarat atau alasan...tak ada alasan selama ini kita berbuat baik, selama ini kita berdoa dan ibadah tanpa putus atau pun selama ini kita bekerja keras dan cerdas...namun ALLAH punya hak untuk mengasihi siapapun yang dikehendakinya...termasuk dalam hal memberi titipan...jadi tetaplah tenang karena yang terpenting adalah prosesnya sedangkan hasilnya Allah yang berkuasa.

Terakhir mengutip Hadits yang diriwayatkan Abu Al Abbas abdullah bin Abbas Ra, Rasulullah bersabda : Wahai ananda, saya akan mengajarkan kepadamu beberapa perkara:"Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah niscaya Dia akan selalu ada dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, Jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah sesungguhnya jika sebuah umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu dengan sesuatu, mereka tidak akan memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakan kamu dengan sesuatu, niscaya mereka tidak akan dapat mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah ALLAH tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering" (HR Tirmidzi)