Minggu, 08 Februari 2009

Melesatlah terbang sejauh kau mau


Begitu doaku pagi ini untuk “burung” yang mewakili “AKU”. Yah…aku ingin seperti burung yang bisa terbang lepas sejauh keinginan dan harapanku meninggalkan segala musibah, masalah dan keterpurukan. Hampir dua tahun menganggur tanpa penghasilan sama sekali sementara hutang mulai bermunculan dan menuntut untuk dibayar. Semua seperti badai besar yang menghantam kehidupanku. Saat itu semua aktivitasku terhenti, tidak ada celah dan ruang untuk terbang tinggi ke angkasa melawan badai. Yang bisa kulakukan hanyalah berdiam disalah satu celah pada tebing-tebing kokoh dipinggir pantai untuk bisa selamat.
Namun saat ini, badai telah berlalu dan tinggallah sampah yang berserakan akibat badai. Saya harus membersihkan segala sampah tersebut tanpa pernah berharap akan upah. Mengapa? Karena tidaklah mungkin kita bisa terbang jika jalan keluar dari celah tebing persembunyian masih tertutup sampah dengan rapat. Yah…berjuang dan berjuang menyingkirkan sampah satu persatu hingga menjadi jalan yang layak untuk dilalui dan dapat dengan mudah melesat terbang.
Serunya lagi saat membersihkan sampah bukanlah lebih mudah dibanding saat badai menerpa. Ancaman datang dari lingkungan sekitar. Sekelompok manusia berharap menangkapku untuk dijadikan makan siang, buat maen-maen, perhiasan rumah atau budak mencari makan mereka. Berkali-kali mereka melempar batu, ranting atau apapun yang bisa mereka lempar ke arahku sambil bersorak sorai. Aku harus berjuang menghindar dari lemparan “sampah baru” agar tidak melukai dan membahayakan keselamatanku sambil terus bekerja lebih ekstra keras untuk menyingkirkan “sampah baru” tersebut. Melelahkan memang, tapi aku tidak boleh berhenti, aku harus berjuang terus tanpa lelah. Berhenti sekarang berarti berhenti untuk selamanya, tidak boleh merasa lelah dan terkadang siap sesekali terluka. Pufh….sangat menantang.
Lebih berat lagi jika burung keluargaku dalam sarang yang sama enggan membantu bahkan turut serta melemahkan. Bukan sekali atau dua kali dikatakan “percuma saja menyingkirkan sampah itu, sudahlah , kita buat jalan tembus baru saja”. Padahal membuka jalan baru jauh lebih sulit dan memakan waktu. Itulah sebabnya kita harus mensyukuri nikmat Allah yang ada, Jika Allah memberi nikmat berupa jalan ini. Kita harus syukuri dengan menekuni pekerjaan disitu semaksimal mungkin. Karena kalau diteruskan lama-kelamaan jalan akan semakin terbuka lebar dan peluang-peluang baru semakin banyak terbuka.
Akhirnya saya yakin, pasti saya bisa melesat terbang kembali di angkasa luar lebih tinggi dan jauh dibandingkan sebelum badai karena ilmu dan tenaga yang dimilikipun sudah dua kali lebih besar dibanding sebelum badai. Namun semua tergantung ridho Allah, Allahlah yang lebih kuat atas segal kekuatan yang ada. Amienn…….

Sabtu, 31 Januari 2009

Apalah arti sebuah nama ?


Alhamdulillah, segenap puji-pujian kuhaturkan untuk ALLAH yang melindungi dan menjagaku siang malam. Thanx ya ALLAH. Akhirnya setelah berharap beberapa tahun, sekarang lahir juga blog kesayangan ini.
Posting awal ini saya buka dengan tema “Apalah arti sebuah nama?”. Sebuah ungkapan yang sering dilontarkan orang ketika mengelak mengungkapkan nama/ jati dirinya. Pada dasarnya saya berkeyakinan bahwa nama itu sangat penting, sama pentingnya seperti kata-kata yang memiliki kekuatan. Yah…kata-kata memang punya kekuatan/power contoh kalau terjebak situasi yang sulit dan kita bilang “duh susahnya…” yang terjadi kita semakin stress dan sulit menemukan jalan keluar namun kalau kita bilang “Wah menantang…” rasanya kok setiap waktu dan metode mengatasi masalah menjadi begitu menarik.
Kembali ke nama. Nama atau judul merupakan perwakilan karakter dan isi dari keseluruhan ruang lingkup di dalamnya. Kalau nama itu jelek biasanya isinya juga jelek, kalau nama itu bagus biasanya isinya juga bagus. Sebagian menganggap nama itu sebagai doa, setiap orang yang memanggil sama dengan berharap/wishing sesuai panggilannya. Di sisi lain lagi nama itu sebagai pengait memory di otak, makanya kenapa banyak grup band memberi nama band begitu singkat namun familiar buat kebanyakan orang karena berharap mudah disimpan dalam memory otak yang isinya sudah begitu banyak. Jadi apakah kita masih sanksi dengan arti sebuah nama?
Saya pun berpikir keras untuk memberi judul yang terbaik biar bisa diingat dalam memory orang banyak namun tetap memberikan makna positif. Contoh bloging sukses dengan nama eksentrik misalnya: kambingjantan.com. Jadi harus unik supaya masuk memory orang dan jadi sering dikunjungi, bagus kan…! Saya memang terinspirasi sama blognya Adithya Mulya…dan akhirnya saya putuskan memberi nama…”SEMUT BAHAGIA”.
SEMUT adalah typikal binatang pekerja keras, pantang menyerah, cooperatif, patuh pada pimpinan namun bukan penjilat dan satu lagi…salah satu binatang yang disebut-sebut dalam Al Qur’an, Wow. Ngomong-ngomong soal binatang yang disebut dalam Al Quran, binatang lainnya adalah lebah. Awalnya saya ingin menggunakan nama itu tapi khawatir diplestkan menjadi LEBA…
BAHAGIA adalah kata yang mewakili energi positif. Setidaknya itu yang saya rasakan. Dalam kata “BAHAGIA” terefleksi sebuah perasaan Ikhlas yang mendalam, senyuman menyejukan, rasa syukur, semangat dan cinta kasih sayang. Semoga “SEMUT BAHAGIA” menjadi atmosfir positif dalam kehidupan saya. Oke saya tunggu komentarnya.