Senin, 19 Oktober 2009

TITIPAN (Segores Catatan Takdir 3)

Bayangkan kita berada disuatu negri yang dimiliki oleh seseorang yang sangat makmur dengan kekayaan tak terhingga banyak dan jumlahnya...Anggaplah pula Orang itu dengan panggilan Paduka Raja...dan kita hanyalah tawanan-tawanannya....suatu kali sang raja ini memberi kesempatan kedua kepada seluruh tawanan...berupa pembebasan sebagai tawanan dan menjadi warga istimewa yang bebas menikmati semua kekayaan yang dimiliki sang Raja... jika menepati perjanjian namun sebaliknya akan dihukum penjara seumur hidup jika tidak memenuhi perjanjian...wah.. sudah barang tentu semua mengambil kesempatan itu...tak satupun luput....

Akhirnya sang raja membuat sebuah perjanjian...isinya mengakui bahwa semua yang ada diluar sana /balik tembok milik sang raja dan tidak boleh dimiliki...sebagian besar mengakui dan menandatangani perjanjian dan hanya sedikit yang tidak mengakui...sebagai imbalannya atas pengakuan ini adalah pembebasan sementara disebuah lahan kosong di balik tembok kerajaan...awalnya semua massih mengakui ini milik kerajaan...sang raja mulai menitipkan banyak hal dari pakaian...kayu-kayuan untuk membuat rumah...sampai tanaman dan binatang ternak untuk makan mereka...kebaikan raja ternyata tak berakhir sampai disini...Raja masih datang menitipkan berbagai barang yang diminta oleh mereka dan raja tak segan-segan mengingatkan kalo ini semua hanya titipan jangan diakui...

Ternyata dalam perjalanan banyak yang menganggap ini sebagai milik sendiri...yang beruntung diantara mereka sebelum dipanggil mempertanggungjawabkan barang titipan...beberapa barang titipan diambil raja sebagai pengingat...dan ikhlas karena mengakui itu bukan barang miliknya...namun tak sedikit yang berusaha bertahan ...berteriak histeris...meronta-ronta menjadi gila saat titipan itu diambil sang raja...karena menganggap itu semua miliknya yang jelas-jelas bukan miliknya...

Sampai akhirnya terjadilah eksekusi itu...barang siapa yang mampu menjaga titipan dengan baik...mengakui bahwa titipan itu semua milik sang raja...selalu berterimakasih dengan sang raja...maka dimasukan oleh sang raja dalam kerajaannya dan menikmati semua yang ada didalam kerjaaan itu...namun barangsiapa yang mengingkari...sombong menganggap itu semua barang miliknya seperti pengontrak yang menganggap rumah kontrakan sebagai miliknya...maka dimasukan sang raja dalam golongan pemberontak...maka penjaralah sebagai tempat kembalinya dan mereka kekal didalamnya....

Hidup ini sebenarnya tak ubahnya menjalani kontrak perjanjian antara para tawanan dengan sang Raja...mari kita sikapi dengan arief dan bijaksana...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan masukan komentar Anda di sini