Minggu, 01 Mei 2011

BURUH DAN KEBINGUNGAN PUBLIK


Hari ini (1/5) adalah hari buruh, seperti biasa jalanan di Jakarta riuh rendah dengan aksi beberapa orang yang merasa dirinya sebagai buruh. Bermacam hal ingin dituntut tetapi intinya berharap kesejahteraan sebagai manusia dimuka bumi menjadi lebih baik. Yang menarik, hampir disemua pelosok bumi diadakan demo buruh semacam ini. Hal ini menandakan bahwa harapan kesejahteraan masih jauh dari realita.

Rasanya lebih baik membahas persoalan buruh dinegeri sendiri. Indonesia, negriku tercinta yang direbut dari tangan penjajah oleh nenek moyangku dengan tetesan darah dan airmata. Menilik tema demo buruh di Indonesia, saat ini lebih banyak menekankan demo anti outsourching, yang banyak dinilai berbagai kalangan sebagai "sangat merugikan", karena tidak ada jaminan kesejahteraan sama sekali. Biar lebih enak, saat ini saya buat analisa dari 3 sudut pandang sekaligus yaitu; buruh, pengusaha dan pemerintah.

PERSEPSI BURUH

Saya mungkin adalah buruh, persepsi saya saja, itu pasti. Saat saya merasa sebagai buruh saya menilai bahwa saya hanyalah "KOMODITAS PERUSAHAAN" dan sebagaimana komoditas, maka saya hanya akan dimanfaatkan saat masih bisa dimanfaatkan oleh pengusaha dan saat mengalami keterbatasan maka saya akan dibuang begitu saja oleh perusahaan ke tempat sampah.Yups, betul tempat sampah. Sebagai tenaga outsourching saya mungkin bekerja di perusahaan bonafid namun saya bukan karyawan perusahaan itu. Sebatas pekerjaan, saya dinilai bagian perusahaan tetapi pada tahap imbalan saya patuh dan tunduk pada perusahaan outsourching. sungguh tidak enak, membayangkan suatu saat dikala perusahaan merasa tenaga kita tidak produktif maka tinggal dikembalikan ke perusahaan outsourching tanpa pesangon.

Masalah keterbatasan ini selalu menghantui, karena itu adalah suatu keniscayaan. Sedikitnya kita berharap ketika pensiun atau harus diberhentikan, ada sejumlah dana/uang pesangon untuk melanjutkan kehidupan hingga tutup usia. Saat ini saya marah, karena takut dengan bayangan masa tua/ pemutusan hubungan kerja itu. Kemarahan utama saya sampaikan ke perusahaan, yang tega menempatkan kita diposisi tak berharga seperti itu. Tapi menilik bahwa hal ini dilindungi undang-undang maka saya pun marah kepada pemerintah atau wakil rakyat, yang tega memberlakukan hukum semacam ini untuk kami.

Tapi kembali lagi, ini semata persoalan persepsi, saat saya berpersepsi sebagai buruh maka saya akan hanya mengeluh dan terus mengeluh seperti itu. Marah dan terus marah, entah kepada siapa, karena tak kunjung ada perubahan apalagi perbaikan. semuanya menjauh.

Saat saya berpersepsi bukan sebagai buruh tetapi sebagai owner, koq rasanya jadi beda ya?...Saat ini saya menganggap saya adalah penjual jasa kepada perusahaan dimana saya sudah setuju dan sepakat menjual jasa pelayanan saya dengan gaji yang ditetapkan perusahaan. Saya harus selalu menunjukan kualitas pelayan terbaik saya supaya saya dibeli oleh pelanggan yaitu perusahaan tempat saya bekerja. Dan sekali saja saya lalai memberi pelayanan terbaik maka pelanggan saya akan kabur. Secara umum saya masih lebih beruntung ketimbang pedagang nasi goreng 'mas anto' di depan kantor, bagi anto tak ada pelanggan tetap dan tak mungkin berharap saya beli nasi goreng setiap hari karena pasti bosen. Tapi kalo saya, saya memiliki pelanggan tetap yaitu perusahaan tempat saya bekerja tanpa khawatir merasa bosen membayar tepat waktu dengan jumlah rupiah yang tetap setiap bulannya.

Masalahnya kan uangnya gag mencukupi membiayai hidup yang makin menggila?....itu adalah hal lain, kenapa kita tidak menjual jasa lainnya yang lebih memberi banyak penghasilan untuk kita. Misalnya disela-sela pekerjaan, saya menyempatkan berjualan pulsa, berjualan jasa potokopi, jualan panganan atau cemilan. Hasilnya halal dan menambah pendapatan kita. selanjutnya kalo itupun kurang, bisa jadi kesalahan terletak pada cara kita mensikapi penghasilan. Semisal saja, kalo kita berpenghasilan 1 juta tapi makan di Mc D setiap hari seperti bos kita yang berpenghasilan 10jt per bulan, yah jangan salahkan klo dalam tempo seminggu kita collaps.

Maka dari itu, kalo kita takut akan keterbatasan. Maka jangan salahkan sumber masuknya penghasilan saja. Tetapi gag ada salahnya melihat bagaimana kita mengatur keuangan juga. Klo kita takut masa tua tanpa pesangon dan uang pensiun, maka tidak ada salahnya kita berinvestasi sendiri untuk ciptakan keamanan pada masa depan. Minimalnya, sudahkah kita memiliki asuransi? Klo untuk yang satu ini saja selalu berkilah dan menganggap sebagai pemborosan. sementara jalan-jalan ke mall dianggap lebih menguntungkan, maka jangan salahkan klo kita kesulitan dana di masa tua.
Berarti kesimpulannya, semua tergantung persepsi kita. Kita merasa sebagai buruh dan merasa bagian terpinggirkan di jagat raya, maka hasilnya kita menjadi orang terbuang. Tetapi kalo merasa diri sebagai pengusaha untuk diri sendiri, yah kenapa gag berani mengatakan "AKU PUN SAMA SEPERTI PANGERAN WILLIAM!!..."

(bersambung...persepsi pengusaha)

Selasa, 23 November 2010

MITOLOGI SUMUR……..


Suatu kali sahabat terbaik memberi saran luar biasa. Diya bilang “Seandainya sumur itu dalam dan lo tdk pernah tau apa yg ada d dlmnya, sedangkan lo ingin tau dan lo tau resiko yg akan terjadi, sebaiknya lo hrs terjun ke sumur itu. Sesakit apapun itu tetapi lo akan puas dgn semua jwb yg ada, skrg lo cm pandangi sumur itu tanpa tau sedlm apa dan apa yg ada di dlm sumur itu. Semua gag akan ada jawabnya sebelum lo terjun ke dlmnya...Smua jawab ada di tangan lo.. Sakit atau gag.. ya smua kehidupan pasti penuh perjuangan.”

Pandangan ini sangat menarik hati…sungguh ingin buatku melakukan upaya yang dapat mengungkap dalamnya sumur…meskipun Cuma jawaban ya ataupun tidak. Masalah justru terjadi saat diriku enggan untuk melakukannya. Sempat ku berpikir mungkin karena bayangan rasa ketakutanku saja. Tapi rasanya aku tidak senaif itu. Pasti ada dorongan dalam hati yang menahan segala hasrat besar ini. Dalam perenungan panjang barulah aku sadari kenapa aku enggan untuk melakukannya. Dan jawabannya kembali kepada tujuan.

Berawal dari pertanyaan tujuan mow tau dalamnya sumur untuk apa? Semisal jawabannya “YA”..mau apa?..semisal “TIDAK”…mau apa? Dan akhirnya menemukan muara pertanyaan, sejatinya kalau aku terjun ke sumur itu berarti itulah tujuan terakhir perjalanan ini…betulkan disini akhir perjalanannya?...

Semisal dianalogikan kepada saya, seorang raja menitahkan kepadaku menemukan sebuah perkampungan yang mana diperkampungan itu aku bisa hidup tenang dengan sejumlah rakyat kecil yang menjadikan aku sebagai kepala dusun dan didalamnya pun sudah tersedia kekayaan yang melimpah ruah. Lalu berangkatlah aku dengan sejumlah pemuda mencari masing-masing kampungnya sendiri. Satu per satu para pemuda menemukan kampungnya dan menjadi kepala dusun di kampong itu. Tinggal aku saja yang masih harus melanjutkan perjalanan jauh mencari kampong halaman sesuai titah sang raja. Dalam perjalanan yang melelahkan ditengah panas terik dan tandus gersang, tersebutlah sebuah sumur menyimpan air sejuk, tetapi bukan perkampungan sesungguhnya. Tatkala kita melihat kedalam sumur itu pastinya hasrat untuk menikmati air sumur menjadi begitu besar. Dan tak salah kiranya kalau kita ingin terjun kedalam sumur mereguk puas kenikmatan air sumur…Namun betulkah ini merupakan pilihan paling bijak?...sedangkan kampong tujuan yang ditunjuk sang raja belum genap ditemukan.

Terkadang menyelami sebuah permasalahan juga dituntut harus dilihat secara bijak dan proposional. Adakah ini merupakan tujuan akhir atau sekedar tujuan antara. Dan kalau memang Cuma tujuan antara maka reguklah seperlunya untuk sekedar menghilangkan dahaga dan lanjutkan perjalanan menuju kampong kesejatian. Nah, bicara hal ini akupun menilai perjalanan cintakupun demikian. Saat ini memang aku sudah terlalu haus…haus untuk mencintai…haus untuk menyayangi dan melindungi…dan ketika akhirnya ditemukan sebuah sumur…maka seluruh dahaga itu harus ditebus dengan air dalam sumur. Tapi untuk terjun berenang dalam sumur itu membutuhkan suatu kematangan berpikir dan melesap rasa lebih dalam, adakah ini muara perjalan sesungguhnya?...

Akhirnya, sebagai bagian perjalanan hidup yang telah dicatatkan ALLAH dalam LAUHFUDZ MAHFUDZ jauh sebelum alam raya ini diciptkan-Nya, aku bersyukur atas nikmat seteguk cinta air sumur yang menyejukan. Namun hanya untuk beberapa teguk saja dan diambil sebagian sebagai bekal melanjutkan perjalanan menuju kampong halaman. Ajaib memang, air ini memang membangkitkan semangat lebih menggelora untuk mencapai kampong halaman yang harus dituju. Semoga saja perkampungan itu ditemukan. Dan sebagai perkataan akhir aku hanya bisa berkata “Terima Kasih YA Rabb atas berkah cinta yang kau alirkan dalam kerongkongan panas kehidupanku, meski itu bukan berarti cinta yang penghabisan atau cinta yang dapat disatukan. Namun aku pun berjanji tak akan mengotori cinta ini dengan nafsu syahwat sesaat yang merusak. Karena cinta adalah rasa dan rasa itu begitu agung untuk mudah dinodai….”

Do’a ku pun masih sama Ya Allah, “Bukan aku berharap menikahi orang yang kucintai, tetapi biarkanlah aku mencintai istri yang kunikahi atas nama engkau dalam naungan kitab suci AR RAHMAN, dan istrikupun merasa cukup dengan cinta dan mencintaiku tulus atas nama ENGKAU ..YA Rabb”…Amieennn…

Rabu, 27 Oktober 2010

TENTANG CINTA DAN BILIK HATI……..


TENTANG CINTA DAN BILIK HATI……..
(Pandangan lain seputar “SELINGKUH…”)


Suatu kali saya tertegun ketika seseorang berkata “Maaf, apa yang kamu lakukan tetep tak akan merubah rasa cintaku kepadanya…” dan aku berpikir: “Hah…what’s???...” Saat itu aku berpikir tentang masalah perselingkuhan dan tempatnya cinta di hati. Benarkah ada tempat untuk “CINTA RAHASIA” seperti itu dalam hati atau semua hanya bualan?...

Rasanya memang gag fear kalo tiba-tiba kita tercekat rasa cinta yang begitu kuat tetapi dengan seenaknya mengatakan tak ada tempat dalam hati. Sementara reaksi kimiawi dalam tubuh tak pernah dapat dipungkiri kalo rasa itu pernah ada bahkan bisa jadi masih ada dan tetap ada..entah sampai kapan….

Perselingkuhan tanpa cinta…rasanya….bohong…pasti ada cinta…tetapi pertanyaannya:…masihkah ada tempat untuk “CINTA RAHASIA” tersebut?...ini hal lain…dan saya lebih senang mengungkapkannya sebagai “CINTA RAHASIA” ketimbang “CINTA TERLARANG”…karena CINTA adalah CINTA…sebuah rasa murni sifat khas ALLAH yang sangat indah…tak mungkin salah apatah lagi terlarang….

Kembali kepada masalah tempat dihati…menurutku Hati itu memang sekepal daging…tapi berongga dan memiliki ruang…didalamnya kita menaruh aksesoris hati salah satunya cinta….

Sejatinya hati akan ditempati banyak cinta…tak mungkin dikuasai oleh satu cinta karena tidak sesuai fitrah dan berakibat fatal berupa kehancuran alam…Karenanya yang paling bijak adalah membuat sekat hati…dan disetiap biliknya kita bisa menaruh satu buah cinta…

Nah disini perlu arsitek handal yang dapat mengatur setiap bilik dalam hati…setidaknya saya menganalogikan minimal 4 ruang tersekat yang bias kita buat:

1. Pertama CINTA ILAHIAH. Sejatinya kita beri ruangan terbesar dan nyaman untuk jenis cinta ini. Karena setiap kita tak kan luput dari harapan CINTA ALLAH dan berarti kitapun harus mencintai ALLAH lebih dari apapun yang dicinta didunia ini.

2. Kedua CINTA BIRRU WALIDAIN (cinta kedua orang tua). Siapakah Mahluk ALLAH di dunia ini yang paling tau tentang diri kita?...dan kalo jujur jawabannya pasti ORANG TUA. Merekalah yang paling tau tentang kita bahkan sampai tai lalat di bokong kita pun mereka yang tau lebih dulu. Dan siapakah tempat yang paling layak untuk meminta bahkan meskipun merengek dan merajuk …pastinya jawabannya ORANGTUA…tempat curhat masalah pasangan hidup kita?...jawabnya ORANGTUA…Siapakah yang memiliki ribuan maaf meskipun kita menjadi orang sombong & angkuh….lupa diri jika dulunya kita hanya mahluk lemah saat bayi (untuk buang air sekalipun kita meminta tolong padanya)…tapi saat besar kita berani berkata …saya kan sudah dewasa…bla..bla..bla…Semua akan menjawab ORANGTUA…dan tak berlebih rasanya kalo kita mempersiapkan ruang nyaman dalam hati untuk cinta mereka..paling hanya setingkat dibawah cinta ilahiyah.

3. Ketiga CINTA KELUARGA. Akhirnya seiring kedewasaan usia, kita pun akan bertemu dengan jodoh dalam bingkai pernikahan…Mahligai indah pun tercipta dan akan semakin lengkap dengan kehadiran buah hati. Cinta keluarga ini akan terus berkembang membesar indah seiring pertambahan usia perkawinan dan keberhasilan melewati ujian-ujian cinta dalam rumah tangga. Rasanya tidak salah melengkapi perhiasan hati kita dengan cinta ini dalam sebuah ruang yang baik. Karena cinta ini akan menemani secara kasap mata hingga usia dijemput takdir.

4. Keempat CINTA RAHASIA. Mungkin sebagian menganggap cinta terlarang karena umumnya seperti perselingkuhan dalam biduk rumah tangga. Namun sejatinya bukanlah sehina itu. Karena setiap kita dalam perjalanan hidup akan menemukan cinta rahasia ini. Cinta rahasia bisa bermakna apapun, dapat berupa cinta masa lalu yang tak pernah berakhir ke pelaminan mungkin karena pertentangan orangtua atau cinta kepada pihak ketiga yang mengganggu stabilitas rumah tangga atau bahkan mungkin saja cinta sesama jenis yang tak pernah mungkin diikat dalam mahligai perkawinan. Yang pasti dengannya ada reaksi kimiawi dalam tubuh yang membawa kita merasakan kebahagiaan bahkan kedamaian. Sejuknya saja bisa menuntaskan masalah. Tulusnya membangkitkan semangat untuk jiwa yang terpuruk dan terkulai lemah karena pertarungan hidup yang keras. Semua indah bahkan lebih indah daripada cinta keluarga sekalipun tetapi sayangnya cinta ini adalah cinta rahasia…yang harus tersimpan rapat seperti selembar kain putih bersih…yang harus dijaga dengan melipatnya dan disimpan di lemari gelap dan sempit…bukan untuk dipajang di ruang tamu…dan sekat hati untuk rasa cinta ini mungkin tidak selebar dan senyaman cinta lainnya. Tetapi tetap berikan tempat untuknya di hati karena kita pasti suatu saat membutuhkan kehadirannya.

Akhirnya kalau kita bisa memanage hati dengan beragam cinta maka hidup kita pun akan lebih hidup dan bermakna. Karena cinta adalah anugrah..yang harus dapat dipupuk dan dipelihara hingga akhir usia…

Kamis, 14 Oktober 2010

BULAN YANG ANEH...

Setelah september ceria...giliran sekarang oktober yang aneh...belum juga hilang rasa keterkejutan di bulan september eh berlanjut ke bulan oktober...di september..tiba-tiba penjualan naek deras padahal sebelumnya macet kek di pertigaan semanggi diwaktu senja....haha....
Di bulan oktober penjualan masih lancar...dan setiap anak baru langsung mengecap sebagai booker...hah???....cuman sebulan doank...kok bisa???....itu semua rejeki...bisa datang kapan saja namun juga beranjak pergi kapan aja....soooo...gag sah terlalu di dramatisir...
yang bingung kok yang senior pada sebel ya...hanya karena gw bisa kasih saran bagus ke manajemen...ihhh...disangka gw napsuh jadi spv kaleee...gag lah

Jumat, 30 Juli 2010

DEMAM POKER


Gini jadinya klo demam poker di FB

Minggu, 25 Juli 2010

MARHABAN YA ROMADHON...

ALHAMDULILLAH....selangkah lagi kan kutapaki hari dengan ibadah puasa romadhon...dan tahun ini merupakan tahun istimewa karena setelah melalui 3 taon puasa tanpa suasana kerja kantoran sekarang mulai dijalani kembali puasa dalam suasana kerja...pastinya merupakan nikmat terbesar yang diberikan ALLAH untuku....Alhamdulillah Ya Robb....
Ohhhh...betapa rindunya aku padaMu...bisakah kulalui romadhon ini dengan tetep sholat tharawih..tilawah qur'an...dan banyak bermunajat kepada ALLAH...semoga saja...Ya Allah beri aku kekuatan untuk menapaki Romadhon kali ini dengan banyak ibadah padamu dan istighfar....Amiennn

Kamis, 27 Mei 2010

SUNTUK...

MENANGKAP DUNIA

Sehari ini kembali aku uring-uringan…bumi tempat berpijak pun rasanya terbalik…kesabaran..keikhlasan…kecemasan…kegundahan…kesal…sebal…marah…sedih…semua bercampur baur…tumplek blek seperti es cendol ….

Aku bias diantara senyuman rekan-rekan yang bersukacita karena mendapat rejeki closingan sejak beberapa hari ini…terpendar dalam diam dan mata nanar menebak apa yang terjadi pada diriku…hingga aku terpuruk tak mampu bergerak…serasa terhimpit beban berat dan tak mampu berbuat apa…

Seluruh kemampuan tercurah…energy pun habis terkuras…entah apa yang dapat dikoyak…diremas… mungkin asa…atau secuil harap…entahlah….

Tersadar kini…kalau akupun hanya manusia biasa yang perlahan terperosok ke lembah hutan duniawi yang penuh ambisi dan harap…saat kemaren aku menemukan diri mampu mencapai target penjualan..akupun memasang target lebih tinggi…namun sebenarnya menggantung hati pada dunia…dan saat sehari…dua hari…seminggu tanpa hasil..aku pun tersadar rupanya aku sekarang berpijak ke bumi…seiring mulai kusobek lembaran target dimeja…saat itu aku tahu aku hidup karena kehendak ALLAH dan bukan karena mampuku…..

Berjuta pikiran merayap…bahwa harap itu adalah sah…namun kenyataan berbicara..sudahi saja harapmu disini…karena kamu bukan tuhan atau majikannya tuhan..tapi seorang hamba sar……kamu gag bisa mengatur tuhan…klo kehendak tuhan begini…mow apalagi????....

Namun dibalik ironi ilahiyah…ada tekanan dalam diri klo aku harus bisa makan…dapet rejeki…inget umur…klo sampe sekarangpun aku pun belum punya apapun…bahkan seorang istri…..tapi hidup adalah pengharapan dan kenyataan adalah pembatasnya…aku pun tersedak…tersekat…kecewa…karena batasan mengakhiri asaku….salah kah klo aku takut kehilangan penghasilan???...pekerjaan???....

Kenyataan ….dunia kini bukan digenggamanku namun sudah jauh menembus relung hati…dan entah dengan cara apa agar aku dapat mencungkilnya keluar…dari lubang hati….sehingga dapat kembali ikhlas…karena keikhlasan buatku sekarang kembali menjadi mahal….Ya Allah jangan biarkan dunbia ada di hatiku…namun aku berharap agar dunia senantiasa dalam genggamanku…mungkinkah????

Sabtu, 27 Maret 2010

YOK KITA MANCING...!!


Ajakan yang menarik bukan...apalagi klo ditengah cuaca terik Jakarta yang panas membara...membayangkan berada disuatu kolam pemancingan yang banyak ikannya dan kita memilih suatu sudut ruang dibawah pepohonan rindang diatas sebuah tiker...lalu mulai memasang umpan ke kail mata pancing...dan melemparkannya ketengah kerumunan ikan dan riak air...sambil menunggu umpan di makan ikan, sepotong pisang goreng dari mbok irah tetangga sebelah...kita kunyah ditemani secangkir kopi kental manis...hmmm indahnya...

Begitu juga yang dirasakan saat memulai aktivitas pekerjaan ku dikantor...setiap hari dimulai dari pagi...memasang headset...menyalakan komputer dan mulai menghubungi nasabah...berharap nasabah membeli setiap apa yang kutawarkan...tak ubahnya memancing ikan...dan saat senja merangkak...aktivitas terhenti dan hasil perolehan pun dihitung...maka kitapun tahu berapa banyak nasabah yang akhirnya berhasil kita rayu untuk membeli apa yang kutawarkan dari pagi...dan sejauh ini hasilnya...belum terlalu menggembirakan...baru memperoleh satu cases atau nasabah sehari...dan itu berarti hasil perbulannya pun dapat dihitung sebagai hasil minimal seorang pekerja...tapi tetep bersyukur sih...karena apapun itu adalah rejeki yang Allah beri untukku...

Namun aku tersentak ketika suatu saat datang seorang pemuda yang berhasil merayu nasabah hingga 10 cases sehari...wow exciting!!...but it's real....dan aku menganggap itu sebagai seorang nelayan/ fisherman yang mencari ikan dikolam ikan yang sama...yah betul-betul sama...pancingnya sama bahkan ikannya pun sama...semua adalah ikan yang telah sering dipancing sehingga sangat sulit berharap memakan umpan yang kita lempar ke kolam betapa pun bagus umpannya....namun kok diya bisa yah? menangkap banyak ikan.... sementara kita dapatnya sedikit....

Akhirnya aku sadari sebenarnya yang berbeda antara aku dan fisherman adalah dimindset...meski faktor pengalaman pun tak bisa dipungkiri juga siy....yah mungkin selama ini mindset aku masih dibatas hobi...sedangkan fisherman berusaha mencari ikan secara profesional...itu bedanya...al hasil memang sinelayan bekerja selain lebih keras dia pun menggunakan speed yang luar biasa cepat...

Tak dipungkiri selama ini dalam benakku masih berusaha memilih ikan yang besar...dengan harapan saat ditimbang sore hari beratnya besar pula namun lupa bahwa memilih ikan besar berarti membuang waktu karena harus fokus dengan ikan yang dituju...sementara waktu jam memancing tetap terbatas...8 jam sehari....itu yang membedakan...sehingga sehari aku cuma dapat satu...nelayan bisa 10...dan alhasil...yang kecil namun banyak ini pun bisa lebih berat timbangannya disore hari...hmmmm...sebuah strategi yang salah....

nah bagaikan seorang nelayan...sepertinya lebih baik menangkap peluang rezeki yang kecil namun banyak dan sering ketimbang besar namun susah ditangkap...yah selayaknya... demikian sejatinya setiap usaha membuka pintu-pintu rezeki....dan sekarang aku pastikan...bahwa aku akan menjadi seorang fisherman profesional untuk kebesaranku akhirnya...dan itu hanya bisa dimulai dengan merubah mindset...ya sekali lagi mindset...aku harus disiplin dan tegas dengan waktu...karena waktu selalu berjalan....selain itu gunakan speed dan full power...karena seorang fisherman memancing ikan bukan dengan umpan di kailnya ...melainkan menggerakan kail kemulut ikan agar dapat ditangkap lebih banyak...semoga saja...Allah memberi jalannya untukku...

Senin, 19 Oktober 2009

Mensikapi Titipan ( Segores Catatan Takdir3)


Setiap kita hanyalah pengemban amanah (lihat posting sebelumnya TITIPAN)...ada banyak titipan yang diamanahkan baik sudah terjadi maupun yang belum terjadi...masalahnya sekarang adalah bagaimana mensikapinya...bukan hal mudah meskipun tampaknya biasa saja...
Pada dasarnya bicara sikap atas setiap titipan ada 3 yaitu:
1. Titipan yang belum terjadi
2. Titipan yang sedang berlangsung dan
3. Titipan yang ditarik kembali

Atas setiap titipan yang belum terjadi...sebaiknya kita selalu meminta kepada ALLAH...dalam hadits Qudsi (diriwayatkan Abu Dzar Al Ghifari) dikatakan sebagian:
"Wahai hamba-Ku, Kalian semuanya kelaparan kecuali siapa yang aku berikan kepadanya makanan, maka mintalah kepada-Ku niscaya Aku berikan kalian makanan....."(riwayat Muslim)
Jangan pernah menyerah dan terus mempersiapkan diri untuk menerima Titipan tersebut. Misalnya jika yang diharapkan adalah titipan berupa karier maka asahlah dengan banyak belajar ilmu manajemen...Hal ini sama seperti orang yang membersihkan halaman agar siap ditanam...dan saat sang raja datang melihat kerja para tawanan...diharapkan sang Raja memberi titipan tanaman karena ladang telah siap dan permintaan telah diterima...
Namun ada kalanya permintaan ini belum terkabul meskipun semua syarat telah dijalankan...sebaiknya jangan kita berkecil hati apalagi sampai mengurungkan niat...karena bisa jadi Allah sayang dengan kita...coba bayangkan kalo setiap titipan diamanahkan kepada kita...maka berapa banyak pertanggungjawaban kita diakhirat...misalnya kalau kita diamanahkan rezeki yang banyak dan melimpah...maka akan ada pertanyaan: dari mana harta itu kau dapatkan?...dan kaugunakan untuk apa semua harta itu?...pertanyaan ini tidak akan muncul bagi kaum fakir miskin tentunya...dan akibatnya peluang masuk kerajaan ALLAH semakin besar...mengingat berkurangnya pertanggungjawaban dan sekaligus menjadi percepatan proses menuju surga-Nya.

Allah menitipkan sesuatu kepada kita...tentunya dengan harapan kita mampu menjaga titipan tersebut...dan sebagai manusia beradab selayaknyalah kita ucapkan terima kasih...perlu diketahui beberapa titipan ternyata bersifat hidup meskipun tampaknya benda mati bagi kita...dan untuk setiap yang hidup perlu dipelihara sebagai layaknya mahluk hidup...misalkan saja rejeki harta benda...bisa jadi ini hidup dimata ALLAH...sebaiknya kita pelihara dengan selalu memangkas sebagian agar tumbuh subur dan rapih dengan jalan sedekah..pertanyaannya: Bagaimana bersedekah untuk titipan berupa manusia seperti istri dan anak?...menarik ungkapan Rasullullah dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Dzar Al Ghifari: ~ "Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian jalan untuk bershodaqoh? Sesungguhnya setiap tasbih merupakan shodaqoh, setiap takbir merupakan shodaqoh, setiap tahlil merupakan shodaqoh, a'mar ma'ruf nahyi munkar merupakan shodaqoh dan setiap kemaluan kalian adalah shodaqoh. Mereka bertanya. Ya rasulullah apakah berpahala seseorang diantara kami yang menyalurkan syahwatnya?..Beliau bersabda, Bagaimana pendapat kalian seandainya hal tersebut disalurkan di jalan haram, bukankah baginya dosa? Demikian halnya jika hal tersebut diletakan pada jalan halal maka baginya pahala"~

Setiap titipan pasti akan diambil kembali oleh yang memberi...ada titipan berupa harta benda, karir atau jabatan...sewaktu-waktu bisa saja diambil dengan jalan yang tak diduga-duga...saat itu pasti sebagai manusia normal akan gundah gulana...beberapa akan bertanya apa yang salah sehingga ALLAH mencabut amanah-Nya...jika kebetulan kita tahu apa yang salah maka kita tinggal perbaiki diri dan bermohon ampunan kepada ALLAH...namun jika kita tak jua menemukan titik kesalahan kita...maka kita harus meyakini bahwa pemberian Titipan adalah hak prerogatif ALLAH yang tak dapat diganggu gugat...dengan atau tanpa syarat atau alasan...tak ada alasan selama ini kita berbuat baik, selama ini kita berdoa dan ibadah tanpa putus atau pun selama ini kita bekerja keras dan cerdas...namun ALLAH punya hak untuk mengasihi siapapun yang dikehendakinya...termasuk dalam hal memberi titipan...jadi tetaplah tenang karena yang terpenting adalah prosesnya sedangkan hasilnya Allah yang berkuasa.

Terakhir mengutip Hadits yang diriwayatkan Abu Al Abbas abdullah bin Abbas Ra, Rasulullah bersabda : Wahai ananda, saya akan mengajarkan kepadamu beberapa perkara:"Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah niscaya Dia akan selalu ada dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, Jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah sesungguhnya jika sebuah umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu dengan sesuatu, mereka tidak akan memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakan kamu dengan sesuatu, niscaya mereka tidak akan dapat mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah ALLAH tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering" (HR Tirmidzi)

TITIPAN (Segores Catatan Takdir 3)

Bayangkan kita berada disuatu negri yang dimiliki oleh seseorang yang sangat makmur dengan kekayaan tak terhingga banyak dan jumlahnya...Anggaplah pula Orang itu dengan panggilan Paduka Raja...dan kita hanyalah tawanan-tawanannya....suatu kali sang raja ini memberi kesempatan kedua kepada seluruh tawanan...berupa pembebasan sebagai tawanan dan menjadi warga istimewa yang bebas menikmati semua kekayaan yang dimiliki sang Raja... jika menepati perjanjian namun sebaliknya akan dihukum penjara seumur hidup jika tidak memenuhi perjanjian...wah.. sudah barang tentu semua mengambil kesempatan itu...tak satupun luput....

Akhirnya sang raja membuat sebuah perjanjian...isinya mengakui bahwa semua yang ada diluar sana /balik tembok milik sang raja dan tidak boleh dimiliki...sebagian besar mengakui dan menandatangani perjanjian dan hanya sedikit yang tidak mengakui...sebagai imbalannya atas pengakuan ini adalah pembebasan sementara disebuah lahan kosong di balik tembok kerajaan...awalnya semua massih mengakui ini milik kerajaan...sang raja mulai menitipkan banyak hal dari pakaian...kayu-kayuan untuk membuat rumah...sampai tanaman dan binatang ternak untuk makan mereka...kebaikan raja ternyata tak berakhir sampai disini...Raja masih datang menitipkan berbagai barang yang diminta oleh mereka dan raja tak segan-segan mengingatkan kalo ini semua hanya titipan jangan diakui...

Ternyata dalam perjalanan banyak yang menganggap ini sebagai milik sendiri...yang beruntung diantara mereka sebelum dipanggil mempertanggungjawabkan barang titipan...beberapa barang titipan diambil raja sebagai pengingat...dan ikhlas karena mengakui itu bukan barang miliknya...namun tak sedikit yang berusaha bertahan ...berteriak histeris...meronta-ronta menjadi gila saat titipan itu diambil sang raja...karena menganggap itu semua miliknya yang jelas-jelas bukan miliknya...

Sampai akhirnya terjadilah eksekusi itu...barang siapa yang mampu menjaga titipan dengan baik...mengakui bahwa titipan itu semua milik sang raja...selalu berterimakasih dengan sang raja...maka dimasukan oleh sang raja dalam kerajaannya dan menikmati semua yang ada didalam kerjaaan itu...namun barangsiapa yang mengingkari...sombong menganggap itu semua barang miliknya seperti pengontrak yang menganggap rumah kontrakan sebagai miliknya...maka dimasukan sang raja dalam golongan pemberontak...maka penjaralah sebagai tempat kembalinya dan mereka kekal didalamnya....

Hidup ini sebenarnya tak ubahnya menjalani kontrak perjanjian antara para tawanan dengan sang Raja...mari kita sikapi dengan arief dan bijaksana...

Rabu, 07 Oktober 2009

Segores Catatan Takdir


Bagaimana rasanya kalau anda (pembaca blog saya) tiba-tiba diramal oleh seseorang dan yang meramalkan itu tidak pernah kita minta untuk meramal diri kita..dan ternyata hasilnya menyedihkan, menakutkan dan mencemaskan anda?...Pasti kita berusaha menolak terlebih kalau yang diramalkan itu jauh dari keadaan kita saat itu...misalnya diramal akan mati dalam waktu tidak lama lagi sementara secara fisik kita merasa sehat, segar dan bugar...pasti menolak dong? bahkan mentertawakan...gag mungkin!!! itu yang terbersit di pikiran kita...
Namun..apa yang akan kamu rasakan ketika perlahan satu demi satu ramalan itu mulai menjadi kenyataan..memilin dan menjalin bagai benang yang semakin lama semakin menciptakan akhir perjalanan hidup kita...apakah kita masih bisa tertawa?...apakah kita akan merutuk orang yang meramal kita?...apakah justru menyesal bertemu dengan orang itu?...atau justru menyesal akan sikap kita yang meremehkan?...
Mungkin kalau ramalan itu sekedar ramalan kematian...tidak ada cerita duka disana tetapi kalau ramalan itu berupa jalan hidup yang sarat nestapa seperti menikah diusia senja..kehilangan pekerjaan diusia muda...besar pasak daripada tiang...menjadi gelandangan...pilu dan ngilu rasa hati ini...
Bukanlah mudah untuk menjejakan kaki pada falsafah kesabaran...bukan hal ringan untuk menenangkan pikiran pada jalur positif...dan bukanlah semudah membalikan tangan kala harus mencoba ikhlas...
satu persatu ramalan itu mulai terjadi seperti daun kering yang jatuh dari pangkal pohon..berguguran jatuh ke muka bumi mengotori muka tanah kebahagiaan dengan daun kering itu...Dulu...waktu pertama kali daun itu gugur aku bisa menangis..sekarang malah tertawa...gag ada lagi kesedihan di muka kecuali hati yang meringis ... menangis dan menjerit sejadi-jadinya...entah sampai kapan derita ini berakhir atau...begini takdirku?
Yah...takdir...kalo itu semua merupakan takdir yang telah dicatatkan ALLAH di Lauhful Mahfudz-Nya...maka tak ada kata lagi kecuali menikmati...menikmati takdirku sendiri..meski sakit..meski luka itu kian bernanah...
Tuhan...aku tak pernah tahu apa yang terjadi padaku semenit...sejam...sehari...sebulan atau setahun mendatang...dan aku pun tak tahu apakah semua peristiwa dimasa datang itu semakin menyakitkan...sepicik prasangkaku akan masa depan yang terlanjur kelam...
Tuhan...tolonglah aku...aku sudah lelah...letih...gontai dalam diam tanpa asa...engkau paling tahu apakah aku merasa susah atau senang saat ini...meskipun di depan orang aku slalu menunjukan rasa kebahagiaan...meski sayap ini kuberikan banyak orang agar bahagia...namun hati ini tetap menangis pilu...

Selasa, 07 Juli 2009

Keadilan Tuhan


Sering kali aku berkata,

ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?

Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang
bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?

Ketika semua itu diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,

dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
Seolah ...
semua "derita" adalah hukuman bagiku.

Seolah ...
keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti
matematika:

aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan Kekasih.

Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai
keinginanku,

Tuhan....
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...

"ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja"

(WS Rendra).

Senin, 06 Juli 2009

BERBAGAI PERTANYAAN HIDUP


6 PERTANYAAN TENTANG HIDUP

Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya...
Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan...

Pertama...
"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab...
"orang tua", "guru", "teman", dan "kerabatnya"...

Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar...
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "kematian"...
Sebab kematian adalah PASTI adanya.....

Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan kedua...
"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab...
"negara Cina", "bulan", "matahari", dan "bintang-bintang"...

Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar...
Tapi yang paling benar adalah "masa lalu"...
Siapa pun kita... bagaimana pun kita...dan betapa kayanya kita... tetap kita
TIDAK bisa kembali ke masa lalu...
Sebab itu kita harus menjaga hari ini... dan hari-hari yang akan datang..

Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga...
"Apa yang paling besar di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab
"gunung", "bumi", dan "matahari"...

Semua jawaban itu benar kata Sang Guru ...

Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu"...
Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya...
Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu...
Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini... jangan sampai nafsu
membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)...

Pertanyaan keempat adalah...
"Apa yang paling berat di dunia ini...???"
Di antara muridnya ada yang menjawab...
"baja", "besi", dan "gajah"...
"Semua jawaban hampir benar...", kata Sang Guru ..
tapi yang paling berat adalah "memegang amanah"...

Pertanyaan yang kelima adalah... "Apa yang paling ringan di dunia ini...???"
Ada yang menjawab "kapas", "angin", "debu", dan "daun-daunan"...
"Semua itu benar...", kata Sang Guru...

tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "meninggalkan ibadah"...

Lalu pertanyaan keenam adalah...
"Apakah yang paling tajam di dunia ini...???"
Murid-muridnya menjawab dengan serentak... "PEDANG...!!!"
"(hampir) Benar...", kata Sang Guru
tetapi yang paling tajam adalah "lidah manusia"...
Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati... dan melukai perasaan saudaranya sendiri...

Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN...

senantiasa belajar dari MASA LALU...

dan tidak memperturutkan NAFSU...???

Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH sekecil apapun...

dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH....

serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita...

Selasa, 30 Juni 2009

KADO ULANG TAHUN


Buat yang ulang tahun...kado yang baik adalah persahabatan itu sendiri. Karena cinta persahabatan adalah souvenir indah yang tak pernah lekang oleh kondisi dan waktu...semakin lama...nilai sahabat semakin manis...kita akan berusaha mencari symbol persahabatan ketika lama tak bertemu...
Sahabat akan senantiasa ada disaat senang maupun susah...menghapus semua duka dan membuka tabir kebahagiaan...sahabat ada untuk membuat kita tersenyum bahkan tertawa tergelak....
Sahabat...aku selalu ada untuk kamu...di sebuah sudut ruang maya

Selasa, 26 Mei 2009

PELANGI LUKA


Pelangi luka

Kuucapkan sembilu yg terapung merajuk menahan rasa
Mencari cahaya tak terkisah di ujung sana
Terlewati mimpi menuju pelangi...
Mendaratkan jingga yg penuh luka

Oh..wahai pelaku waktu
Ucapkanlah kelu yang meragu
Biarkanlah ia berlagu dalam perasaan

Oh…duhai pecinta masa
Nantikanlah hujan yang merona
Redupkan wajahnya hingga esok lusa

Kubiarkan luruh mendekat meradangkan jiwa sempurna
Mencabarkan hari tanpa indah sendiri saja
Tertelan sepi menuju matahari
Merapatkan senja di pelangi luka

by ika puspita sari

Senin, 11 Mei 2009

Table Digital Signage

Jika anda berfikir digital signage hanya Monitor LCD TV, silahkan terkejut. Karena sebentar lagi iklan perusahaan anda bisa langsung berada diatas meja sambil menikmati segelas kopi pahit. Keren kan. Berikut tayangannya dan bagi yang berminat dengan product tersebut atau butuh info lebih detail silahkan contact saya (binsar) di 021-28992539.

Selasa, 28 April 2009

Wajah saya


Banyak yang penasaran mo tau wajah saya...
Ya inilah saya....

Kamis, 16 April 2009

ENTAH


ENTAH....

Ku tahu...
Kau Selingkuh...
Kau duakan cintaku yang tulus....
Kau tahu...
Diriku tak pernah berpaling dari dirimu...
Teganya kau dustai semua janji kita berdua...
Entah...
Masihkah ada cinta dihatiku untukmu?
Entah...
Kapankah kudapat membuka hati untukmu?
Tak pernah kubayangkan
Cerita kita berakhir begini
Teganya kau dustai semua janji kita berdua
Entah...
Masihkah ada cinta dihatiku untukmu?
Entah...
Kapankah kudapat membuka hati untukmu?
Masihkah ada....cinta dihatiku?
Dihati kecil kuberharap kau masih bagian dari hidupku

Senin, 06 April 2009

Sejuta Wajah


Hari ini adalah hari yang cukup berat tapi harus dilalui dengan senyum dan bahagia. Hari ini merupakan saat yang menentukan untuk besok dan hari yang akan datang. Barangkali beginilah rasanya orang yang menunggu saat eksekusi seperti amroji CS. Setiap detik merupakan perpanjangan rasa kesah....Saya mungkin akan meninggalkan pekerjaan yang notabene mulai kunikmati dan selama menjalaninya tidak banyak cacat proses. Hanya satu saja kesalahanku, saya tidak bisa memenuhi janji pada perusahaan yang disebabkan faktor keadaan. Ini yang menyesakan dada...berakhir karena keadaan bukan kesalahan diri.
Tapi..apalah artinya semua itu, saya sudah cukup kenyang dengan seluruh perih, getir kehidupan. Seperti orang-orang yang menyimpan sejuta wajah dalam satu cover wajah.
Misalkan saja Ryan (tersangka mutilasi), bisa menyimpan wajah sadis dalam format keluguan. Saya sendiri menyimpan rasa sakit dalam format kelucuan, keceriaan dan kebahagiaan. Namun, manusia ya manusia. Terkadang rasa sedih itu menghinggap termasuk rasa sedih karena tidak menemukan tautan kasih dan sayang untuk mencurahkan seluruh beban rasa. Hanya wadah ini aja yang siap. Wajah..oh wajah....